Menu Melayang

Rabu, 22 Juni 2022

Pengertian Nyeri Punggung, Gejala, Penyebab & Pengobatan

Pengertian Nyeri Punggung, Gejala, Penyebab & Pengobatan

Nyeri punggung merupakan rasa sakit yang timbul pada bagian punggung atau sepanjang tulang belakang. Rasa sakit ini biasanya dirasakan oleh penderitanya mulai dari leher hingga tulang ekor.

Sebagian besar orang, kemungkinan mengalami kondisi semacam ini setidaknya sekali dalam sehari. Namun, kondisi tersebut akan membaik dalam waktu beberapa minggu hingga bulan.

Rasa nyeri yang paling dirasakan yakni pada punggung bagian bawah. Meskipun rasa sakitnya bisa dirasakan pada sepanjang tulang belakang.

Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Nyeri Punggung

Sebenarnya, nyeri pada punggung ini bukan masalah yang serius. Pasalnya, dalam kebanyakan kasus, punggung yang terasa nyeri tidak disebabkan oleh sesuatu yang berbahaya.

Nyeri pada punggung ini bisa dialami oleh siapa saja, terutama orang dewasa. Maka dari itulah, penting untuk mengetahui apa saja gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Gejala Nyeri Punggung

Gejala utama nyeri punggung yakni rasa nyeri atau sakit pada bagian belakang punggung. Terkadang, beberapa penderitanya merasakan sakit sampai ke bokong dan kaki.

Apabila terdapat saraf  yang terkena, beberapa masalah punggung juga dapat menimbulkan rasa sakit pada bagian tubuh lainnya. Selain gejala umum tersebut, terdapat beberapa gejala lainnya seperti berikut ini.

  • Rasa sakit pada otot.
  • Sakit atau nyeri yang terasa menusuk.
  • Nyeri yang menjalar sampai bawah kaki.
  • Rasa nyeri yang semakin memburuk ketika membungkuk, berdiri, mengangkat benda, atau berjalan.
  • Nyeri yang membaik hanya dengan berbaring atau istirahat.

Penyebab Nyeri Punggung

Umumnya, faktor fisik dapat menjadi penyebab utama nyeri punggung. Misalnya saja seperti terlalu lama duduk ketika bekerja, malas berolahraga, jarang melakukan peregangan, mengalami obesitas, perokok, terdiagnosis radang sendi, hingga berusia tua.

Risiko nyeri pada punggung lebih sering terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Biasanya, nyeri punggung ini terjadi pada kisaran usia 30  atau 40 tahun.

Selain faktor fisik, kesehatan emosional juga bisa memberikan dampak pada risiko nyeri punggung. Untuk lebih jelasnya lagi, bisa simak penyebab nyeri pada punggung berikut ini.

1. Duduk Terlalu Lama

Terlalu lama duduk, dapat menyebabkan sakit pada bagian leher serta tulang belakang. Apalagi, jika dibarengi dengan posisi duduk yang tidak proporsional, maka bisa mengakibatkan tulang leher tegang dan punggung terasa nyeri.

Selain itu, duduk terlalu lama bisa memberikan tekanan pada tulang belakang serta cakram yang berfungsi untuk menyusun tulang belakang. Sebab beban tekanan itulah, leher dan tulang belakang menjadi sakit atau nyeri.

2. Otot Keseleo dan Tegang

Penyebab yang paling sering terjadi yakni otot keseleo dan tegang. Keseleo ini dapat mengacu pada robeknya ligamen jaringan fibrosa yang menghubungkan dua tulang bersamaan.

Keseleo bisa disebabkan karena cedera ketika mengangkat beban terlalu berat dengan posisi tubuh yang salah serta gerakan tiba-tiba. Tak hanya itu, penyebab lainnya juga karena aktivitas berlebihan. Seperti timbulnya rasa sakit atau kaku setelah berolahraga atau bekerja.

3. Infeksi

Meringankan nyeri punggung bisa dengan cara menyesuaikan posisi tidur atau mengonsumsi obat penangkal rasa nyeri. Akan tetapi, bila kedua upaya tersebut tak membuat rasa nyeri reda, bisa jadi punggung mengalami masalah serius.

Terdapat kemungkinan jika mengalami infeksi tulang belakang yang menyebabkan rasa nyeri sulit hilang. Bila kondisi semacam ini terjadi, ada baiknya segera konsultasikan ke dokter.

4. Tulang Rawan yang Menonjol atau Pecah

Sejatinya, tulang rawan memiliki fungsi sebagai bantalan antara tulang belakang. Jaringan lunak dalam tulang rawan bisa menonjol atau pecah yang kemudian memberikan tekanan pada saraf.

Meskipun demikian, tulang rawan yang menonjol atau pecah ini terkadang tidak menimbulkan rasa nyeri. Kondisi semacam ini bisa kita temukan secara tidak sengaja ketika menjalani rontgen tulang belakang karena alasan lainnya.

5. Osteoporosis

Osteoporosis merupakan penipisan serta hilangnya massa tulang. Sehingga, tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Osteoporosis ini merupakan penyakit tulang yang sulit dideteksi sejak dini. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa tidak kita ketahui hingga tulang patah. Wanita memiliki risiko lebih besar terkena osteoporosis daripada pria, terutama setelah berakhirnya masa haid atau menopause.

6. Stres

Ketika kita merasa stres atau banyak pikiran, maka tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol dalam jumlah lebih. Hal ini dapat membuat tubuh menjadi lebih sensitif, terutama pada rasa nyeri.

Selain itu, juga dapat memicu terjadinya peradangan, hingga menyebabkan terbentuknya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dalam tubuh inilah yang kemudian dapat merusak sel-sel otot. Alhasil, semua otot pada tubuh terasa nyeri terutama pada otot tulang belakang.

Cara Mengobati

Untuk mengobati nyeri punggung, tidak harus selalu menggunakan cara medis, seperti berkunjung ke dokter atau mengonsumsi obat. Namun, kita bisa menggunakan cara alami atau alternatif lainnya untuk pengobatannya.

1. Pilates

Pilates merupakan bentuk latihan bagi kita untuk belajar memiliki postur tubuh yang tegak dan sempurna. Dengan begitu, tulang belakang memiliki penyangga yang baik.

Secara khusus, pilates ini melatih kesadaran kita terhadap pernapasan, penjajaran tulang belakang, hingga menguatkan otot-otot batang tubuh bagian dalam. Penjajaran tulang belakang tersebut, dapat memberikan jarak antar ruas tulang belakang.

Hal inilah yang kemudian dapat menghindarkan kita dari rasa nyeri. Terutama yang terjadi karena jarak antar ruas tulang belakang yang terlalu dekat.

2. Yoga

Yoga merupakan bentuk latihan yang dapat menjaga keseimbangan antara fleksibilitas serta kekuatan otot pada tubuh. Otot yang kencang pada bagian tubuh tertentu dapat mempengaruhi tulang belakang.

Hal ini menyebabkan rasa nyeri pada punggung. Dengan yoga, kita dapat merilis ketegangan pada otot dan dapat meringankan nyeri punggung. Di samping itu, yoga juga dapat meregangkan, melatih fleksibilitas serta melatih kekuatan otot.

3. Pijat

Pijat merupakan teknik pengobatan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat untuk mengatasi berbagai macam keluhan seperti rasa nyeri atau sakit. Teknik pijat ini juga bisa membantu mengurangi rasa sakit pada punggung.

Bahkan, selain akupuntur, pijat menjadi salah satu pengobatan sakit punggung yang efektif. Tak hanya itu saja, manfaat lainnya dari pijat yakni membantu melancarkan sirkulasi utuh dan memperbaiki posisi saraf menjadi lebih baik.

Menariknya lagi, pijat dapat membuat orang menjadi lebih rileks. Sehingga, membuat keluarnya hormon bahagia yang bisa mengurangi rasa sakit.

4. Penanganan Medis

Meskipun ketiga pengobatan alami tersebut bisa menjadi pilihan, akan tetapi dalam beberapa kasus, harus mendapatkan penanganan medis. Berikut ini adalah nyeri punggung yang menandakan kondisi medis serius dan perlu mendapatkan penanganan segera.

  • Nyeri punggung yang menyebabkan masalah pada usus atau kandung kemih
  • Nyeri yang disertai demam
  • Cedera pada punggung karena jatuh atau terkena pukulan
  • Semakin parah dan tidak kunjung membaik
  • Menyebabkan kelemahan, mati rasa, atau kesemutan pada satu atau kedua kaki

Bila nyeri pada punggung sudah dalam kondisi kronis, maka operasi menjadi pilihan pengobatan terakhir. Namun, tindakan operasi ini jarang diperlukan untuk mengobati nyeri punggung.

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel